Pages - Menu

Senin, 27 Januari 2014

Belajar Karate

Karate (空 手 道)

Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).
Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.
Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".
Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".
Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:
  1. Kihon, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.
  2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
  3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring.
Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.

Teknik Karate

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata(jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).
  • Kihon

Kihon (基本:きほん, Kihon?) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.
Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.
  • Kata

Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.
Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.
Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.
  • Kumite
Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.
Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.
Untuk aliran "kontak langsung" seperti Kyokushin, praktisi Karate sudah dibiasakan untuk melakukan kumite sejak sabuk biru strip. Praktisi Kyokushin diperkenankan untuk melancarkan tendangan dan pukulan sekuat tenaganya ke arah lawan bertanding.
Untuk aliran kombinasi seperti Wado-ryu, yang tekniknya terdiri atas kombinasi Karate dan Jujutsu, maka Kumite dibagi menjadi dua macam, yaitu Kumite untuk persiapan Shiai, yang dilatih hanya teknik-teknik yang diperbolehkan dalam pertandingan, dan Goshinjutsu Kumite atau Kumite untuk beladiri, semua teknik dipergunakan, termasuk jurus-jurus Jujutsu seperti bantingan, kuncian, dan menyerang titik vital.

Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :
  1. Kumite (perkelahian) putera dan puteri
  2. Kata (jurus) putera dan puteri

Kumite

Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

Kata

Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.
Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.
Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.
Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:
  • Shotokan : Kankudai dan Jion.
  • Wado-ryu : Seishan dan Chinto.
  • Goju-ryu : Saifa dan Seipai.
  • Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

Aliran Karate

Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.
Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam "4 besar JKF" adalah sebagai berikut:

Shotokan

Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan - sehingga shotokan dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran Shotokan merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep Ichigeki Hissatsu, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan. Beberapa kelompok Shotokan telah memperkenalkan kata dari gaya lain ke dalam pelatihan mereka. Silabus Kata Shotokan asli  diperkenalkan dalam buku Funakoshi Karate-do Kyohan, yang merupakan Teks Master dari Shotokan karate. Dai Nihon Karate-do Shotokai adalah perwakilan resmi dari Shotokan karate.
Silabus kata jepang Shotokai adalah sama sebagaimana ditetapkan dalam "Karate-do Kyohan"  dan ketika JKA dibentuk, Nakayama meletakkan 27 kata sebagai kata silabus untuk organisasi ini. Bahkan saat ini, ribuan dojo Shotokan hanya berlatih 26 dari 27 kata.  JKA Standar kata adalah: Taikyoku Shodan (kadang-kadang disebut Kata Kihon Kihon atau Kata, saat ini sudah banyak tidak diajarkan  di sebagian besar dojo Shotokan)
Kata Dalam Shotokan Dojo
  • Heian Shodan (平安 初段),
  • Heian Nidan (平安 二段)
  • Heian Sandan (平安 三 )
  • Heian yondan (平安 四段)
  • Heian Godan (平安 五 段),
  • Bassai dai (披 塞 大)
  • Jion (慈恩), EMPI (燕飞)
  • Kanku dai (観 空 大)
  • Hangetsu (半月) ,
  • Jitte (十 手),
  • Gankaku (岩 鹤)
  • Tekki Shodan (鉄 骑 初段),  
  • Tekki Nidan (鉄 骑 二段),  
  • Tekki Sandan (鉄 骑 三 段)
  • Nijūshiho (二十 四 步),  
  • Chinte (珍 手)
  • Meikyō / Rōhai (明镜),  
  • Unsu (云 手), Bassai Sho   
  • (披 塞 小), Kanku Sho (観 空 小),   
  • Wankan (王冠),   
  • Gojūshiho Sho (五十 四 歩 小),  
  • Gojūshiho dai (五十 四 歩 大),  
  • Ji'in(慈 阴
Seluruh Kata Shotokan Video Youtube nya Dapat dilihat di  DISINI

Goju-ryu

Goju memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya Shotokan ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa "dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan". Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.
Goju-ryu memiliki 12 kata inti dalam kurikulum standar: gekisai (dai ichi & dai ni), saifa, seiyunchin, Seisan, saipai, shisochin, sanseiru, kururunfa, Sanchin, Tensho, dan suparenpai. Siswa di sekolah  wajib mengetahui mengetahui semua kata ini sebelum mencapai Sandan. Morio Higaonna sensei menulis bahwa "Karate diawali dan diakhiri dengan kata Kata adalah inti dan dasar karate dan. Itu merupakan akumulasi dari lebih dari 1000 tahun pengetahuan. Dibentuk oleh banyak master  sepanjang zaman melalui pelatihan khusus dan penelitian, kata adalah seperti peta untuk membimbing kita, dan dengan demikian tidak boleh diubah atau dirusak " 

KihongataKihongata berarti "kata dasar-dasar." Di Goju-ryu, Sanchin kata adalah dasar untuk semua kata Goju lainnya karena mengajarkan gerakan dasar, teknik dasar, pembangkit listrik dan teknik pernapasan dari qigong. Ini juga merupakan dasar dari kondisi tubuh. Semakin karateka yang mempraktikkan kata, semakin Heishugata nya akan berubah. Variasi pertama Sanchin-kata (Sanchin kata dai-ichi) berfungsi sebagai Kihongata. Lihat lebih lanjut tentang Sanchin kata di bawah ini.

GekisaiGekisai (kanji: 撃 砕, katakana: ゲキサイ) berarti "menyerang dan menghancurkan". Kata ini diciptakan sekitar tahun 1940 oleh Chojun Miyagi dan Nagamine Shoshin sebagai kata pemula ', untuk memperkenalkan bentuk-bentuk dasar karate (kihon) untuk siswa sekolah menengah di Okinawa, untuk membantu mewujudkan standardisasi karate, dan untuk mengajarkan satu set dasar teknik untuk membela diri Gekisai kata sangat dipengaruhi oleh tehnik Shuri-te  dari Guru Miyagi belajar dari Anko Itosu Guru. Siswa pertama-tama belajar gekisai dai ichi dan kemudian gekisai dai ni. Perbedaan utama antara dai ichi dan dai ni adalah bahwa dai ni memperkenalkan teknik tangan terbuka dan sikap baru. Hal ini di gekesai dai ni bahwa siswa diperkenalkan dengan sikap ashi neko Dachi, dan blok roda (Tomai Uke).

SaifaSaifa (Kanji: 砕 破, Katakana: サイハ) berarti "smash dan air mata"  Saifa memiliki asal-usul dari Cina, dan dibawa ke Okinawa oleh Higashionna.. Berisi gerakan cepat mencambuk, hammerfists, dan kembali serangan tinju, dan sangat menekankan pergerakan off-line dari kekuatan utama lawan, sekaligus menutup jarak dan menghancurkani mereka Ini biasanya kata pertama Goju-ryu 

SanchinSanchin (Kanji: 三 戦, Katakana: サンチン) berarti "tiga pertempuran". Kata ini adalah semacam meditasi bergerak, yang tujuannya adalah untuk menyatukan pikiran, tubuh dan jiwa. Teknik-teknik yang dilakukan sangat lambat sehingga gerakan mahasiswa master yang tepat, pernapasan, sikap / postur, kekuatan internal, dan stabilitas dari kedua pikiran dan tubuh Sanchin adalah dasar untuk semua kata lainnya, dan umumnya dianggap sebagai kata yang paling penting untuk dikuasai. Ketika siswa baru.

Tenso
Tensho (Kanji: 転 掌, Katakana: テンショウ) berarti "tangan revolving" Seperti Sanchin, Tensho adalah bentuk meditasi bergerak, Tensho menggabungkan  ketegangan dinamis dengan lembut gerakan tangan, dan berkonsentrasi kekuatan di tanden Tensho dapat dianggap sebagai ju (lembut) counterpart dari Sanchin itu (keras)
KaishugataKaishugata berarti "kata dengan tangan terbuka." Ini lebih maju daripada Heishugata. Kaishugata berfungsi sebagai "aplikasi tempur referensi" kata dan terbuka untuk interpretasi yang luas (Bunkai) dari tujuan gerakannya 'maka disebut , "tangan terbuka").
KATA DALAM GOJU RYU
  • Seiunchin (kanji: 制 引 戦, katakana: セイユンチン (menyerang, menaklukkan, menekan, juga disebut sebagai "untuk mengontrol dan menarik ke dalam pertempuran"):
  • Shisōchin - Kanji: 四向 戦 - Katakana: シソーチン ("menghancurkan dalam empat arah" atau "bertarung di empat arah"): Ini mengintegrasikan serangan linear kuat (Shotei zuki) dan gerakan melingkar dan blok. Itu adalah kata favorit Miyagi akhir.
  • Sanseirū - Kanji: 三 十六 手 - Katakana: サン セイルー (36 Tangan): Kata ini mengajarkan bagaimana untuk bergerak di sekitar lawan dalam pertarungan jarak dekat, dan menekankan kehancuran mobilitas lawan dengan cara kanzetsu geri.
  • Seipai - Kanji: 十八 手 - Katakana: セイパイ (18 Tangan): Seipai menggabungkan kedua empat gerakan terarah dan 45 ° sudut serangan dan menerapkan teknik untuk jarak jauh dan memerangi kuartal dekat. Ini adalah kata spesialisasi Toguchi Seikichi 
  • Kururunfā - Kanji: 久留 顿 破 - Katakana: クルルンファー (berpegang pada panjang dan mencolok tiba-tiba): teknik yang didasarkan pada gaya Mantis Cina Berdoa. Itu kata khusus Ei'ichi Miyazato itu.
  • Seisan - Kanji: 十三 手 - Katakana: セイサン (13 Tangan): Seisan dianggap salah satu kata tertua yang banyak dipraktekkan antara lain Naha-te sekolah. Ryuha lainnya juga mempraktekkan ini kata atau versi lain dari itu.
  • Supārinpei - Kanji: 壱 百零八 - Katakana: スーパー リン ペイ (108 Tangan): Juga dikenal sebagai Pechurin, itu adalah kata Goju-ryu yang paling canggih.
Seluruh Kata Goju Ryu  Video Youtube nya Dapat dilihat  DISINIl

 

Shito-ryu
Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 KATA. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.

SEJARAH SINGKAT
Shito di perkenalkan oleh Kenwa Mabuni (Mabuni Kenwa 摩 文 仁 贤 和) lahir di Shuri, Okinawa pada tahun 1889. Mabuni adalah keturunan generasi ke-17 dari prajurit yang terkenal Oni Ufugusuku Kenyu. Mungkin karena kondisi  lemah, ia mulai berlatih  di dojo Shuri-te (首 里手?) Pada usia 13 , di bawah bimbingan dari Itosu Anko legendaris (糸 州 安 恒 Itosu Anko?) (1.831-1.915). Dia dilatih dengan tekun selama beberapa tahun, belajar banyak kata dari guru besar ini. Itosu yang pertama kali mengembangkan kata Pinan, yang paling mungkin berasal dari bentuk "Kusanku".

Salah satu teman dekatnya, Chojun Miyagi (宫城 长顺 Miyagi Chojun?) (Co-pendiri Goju-ryu Karate) memperkenalkan Mabuni  Kanryo Higaonna (东 恩纳 寛 量 Higaonna Kanryo?). Mabuni mulai belajar Naha-te (那霸 手?)  Sementara itu  Itosu dan Higaonna mengajarkan "keras-lembut" gaya Okinawa "Te", metode dan penekanan yang cukup berbeda: silabus Itosu termasuk teknik lurus dan kuat seperti yang dicontohkan dalam kata Naihanchi dan Bassai, silabus Higaonna menekankan gerakan melingkar dan metode pertempuran pendek seperti yang terlihat dalam Seipai kata dan Kururunfa. Shito-ryu berfokus pada kedua teknik keras dan lunak sampai hari ini.
KATA DASAR
  • Junino Kata
  • Daichi Dosa
  • Daini Dosa
  • Daisan Dosa
  • Daiyon Dosa
  • Heien Nidan
  • Heian Shodan
  • Heian Sandan
  • Sanchin
  • Heien Yondan
  • Myoju
  • Heian Godan
  • Aoyagi
  • Juroku
  • Naifanchi Shodan
  • Tensho
KATA LANJUTAN/ DAN
  • Bassai dai
  • Seienchin
  • Seipai
  • Shiho Kosokun
  • Chintei
  • Soochin
  • Chinto
  • Sanseiru
  • Tomari no Wanshu
  • Annan
  • Shisoochin
  • Unsu
  • Kururunfa
  • Tomari no Bassai
  • Paiku
  • Gojushiho
  • Heiku
  • Nipaipo
  • Haffa
  • Hakkaku
  • Suparimpei
  • Chatanyara no Kushanku
         Seluruh Kata Shito  Ryu  Video Youtube nya Dapat dilihat  DISINI

Wado-ryu

Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan kadang-kadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.
SEJARAH SINGKAT
Aliran ini diciptakan oleh Hironori Otsuka pada tahun 1934. Ia menggabungkan teknik dari seni beladiri Shindo Yoshin-ryu Jujutsu dengan seni beladiri Okinawan Karate yang dipelajarinya dari Funakoshi (pendiri Shotokan Karate), Kenwa Mabuni (pendiri Shito-ryu Karate) dan Choki Motobu (tokoh Okinawan Kenpo).
Atas jasa-jasa beliau dalam memopulerkan Karate dan Jujutsu, Hironori Otsuka diberi penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1970-an, dan sebelum wafatnya pada tahun 1982, beliau dianugerahi gelar "Meijin Judan" (manusia bijaksana, DAN-10) oleh keluarga kaisar. Sepeninggal beliau, organisasi Wado-ryu terpecah menjadi tiga yaitu Wado-ryu Renmei yang dipimpin oleh Jiro Otsuka, Wado Kokusai Renmei yang dipimpin oleh Tatsuo Suzuki, dan JKF-Wadokai yang dipimpin oleh alm. Eichi Eriguchi.
Wado-ryu selain dikenal sebuah aliran karate juga dikenal sebagai aliran jujitsu, karena di dalam syllabus Wado-ryu juga diajarkan jujitsu dari aliran Shindo Yoshin-ryu seperti disebutkan di atas. Ciri khas Wado-ryu adalah memiliki KATA berpasangan seperti yang dimiliki oleh jujutsu, untuk melengkapi KATA sendirian seperti yang lazim dimiliki oleh sebuah aliran karate.
Adapun KATA yang dimainkan di dalam aliran Wado-ryu adalah:
  • Pinan 1-5, Naihanchi,
  • Seishan,
  • Chinto,
  • Kushanku,
  • Bassai,
  • Rohai,
  • Niseishi,
  • Jion,
  • Jitte. 
  • Gojushiho,
  • Matsumura Rohai,
  • Suparimpei
  • Unsu, namun belum secara resmi diterima oleh semua perguruan Wado. Sedangkan KATA berpasangan yang diadopsi dari Jujutsu adalah:
  • Idori no Kata, Gyakunage no Kata,
  • Fujin Goshinjutsu,
  • Yakusoku Kihon Kumitegata,
  • Tantodori dan
  • Shinken Shirahadori.
  • Beberapa perguruan Wado juga menerapkan Ohyo Kumite dan Goshin Jutsu Ohyo, yaitu aplikasi dan variasi teknik-teknik Wado-ryu Karate dan Jujutsu untuk situasi beladiri.
Wado-ryu masuk ke Indonesia pada tahun 1968, dibawa oleh Ir. Chaerul.A. Taman M.Eng, sekarang menjabat sebagai Guru Besar dari Wado-ryu Karate-Do Indonesia (WADOKAI) dengan gelar Nanadan-Renshi (setingkat Professor Madya, DAN-7) dari markas besar JKF-Wadokai di Jepang. Ia ikut mendirikan FORKI pada tahun 1972, dan juga tercatat sebagai pendiri, guru besar dan ketua penasehat Goshinbudo Jujutsu Indonesia Club (GBI) , salah satu organisasi Jujutsu di Indonesia. Beberapa Karateka hasil bimbingan WADOKAI telah menyumbangkan prestasinya untuk bangsa Indonesia, antara lain Tommy Firman juara WUKO dan Hasan Basri juara Asian Games.

Kyokushin

Kyokushin tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik di dalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa memopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama Kyokushin mempunyai arti kebenaran tertinggi. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan full-contact kumite, yakni tanpa pelindung, dan menyerang secara frontal, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo), aliran ini juga sering dikenal sebagai salah satu aliran karate paling keras. Tidak seperti kebanyakan aliran karate yang sudah berfokus pada olahraga, dimana dalam pertandingannya menerapkan sistem tidak kontak langsung dan hasil yang ditentukan oleh poin, Kyokushin masih berpegang teguh pada sistem tradisional, terlihat dari sistem pertandingan kumite pada kejuaraan Kyokushin yang menerapkan pertarungan full contact dan boleh membuat Knock Out (KO) lawan. Aliran ini menerapkan hyakunin kumite (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.
SEJARAH SINGKAT
Masutatsu Oyama, pendiri aliran Kyokushin, lahir sebagai seorang Korea yang bernama Choi Hyung Yee. Sewaktu kecil di Korea, beliau mempelajari seni bela diri Korea yang bernama Chabee. Chabee mendapat pengaruh dari seni bela diri Tiongkok "Seni 18 Telapak Tangan" yang dikembangkan lebih lanjut oleh orang Korea menjadi Chabee. Sejak kecil, Choi Hyung Yee bukanlah seorang anak yang diam saja dan bersabar kalau diganggu. Ia sering terlibat dalam perkelahian, apalagi bila ia atau teman-temannya diganggu. Kepribadian yang agresif inilah yang ia wariskan ke Kyokushin menjadi sebuah aliran yang menekankan offense, dan pentingnya menjatuhkan lawan secepat mungkin.
Pada masa Perang Dunia 2, Choi Hyung Yee pindah ke Jepang dan mendaftarkan diri sebagai mekanik pesawat tempur. Di Jepang, ia tinggal bersama keluarga perantuan dari Korea dan mengadopsi nama keluarga mereka, Oyama. Pada saat itu banyak orang perantauan yang mengadopsi nama Jepang agar mudah berbaur dan diterima masyarakat Jepang. Setelah perang usai pada tahun 1945, beliau mempelajari karate Shotokan dari guru besar Gichin Funakoshi. Pada saat yang bersamaan, beliau bertemu dengan sesama perantauan dari Korea bernama So Nei Chu. So Nei Chu mewarisi Goju-Ryu dari Gogen Yamaguchi, dan Mas Oyama mempelajari Goju-Ryu dari So Nei Chu.
Mas Oyama lalu mendirikan sebuah dojo karate di Tokyo. Karate di dojo ini menekankan pentingnya latihan full-contact kumite (latih-tanding tanpa pelindung). Menurutnya, full contact kumite merupakan hal yang penting untuk mengasah semangat dan ketrampilan berkelahi. Hal ini sempat menimbulkan ketegangan dengan tetua-tetua dari aliran karate lain yang berpendapat bahwa praktek aplikasi karate secara langsung itu berbahaya dan tidak perlu.
Puncak ketegangan ini muncul pada tahun 1960-an. Pada waktu itu, petinju Muay Thai menyatakan bahwa Thai Boxing adalah seni bela diri yang terkuat, dan ia telah mengalahkan banyak wakil aliran bela diri, termasuk karate Jepang (Pada waktu itu, karate sedang populer di dunia internasional, dan petinju Muay Thai ini ingin memanfaatkan kesempatan untuk mencari nama). Petinju Muay Thai tersebut meminta wakil resmi dari Jepang untuk menjawab tantangannya. Sikap resmi dari aliran-aliran Karate di Jepang adalah untuk tidak melayani tantangan tersebut, karena tujuan dari Karate adalah untuk membina mental dan salah satu dari perwujudan penempaan mental tersebut adalah untuk menghindarkan dari perkelahian yang tidak perlu. Akan tetapi, Mas Oyama berpendapat bahwa "Karate memang bukan untuk mencari masalah. Tetapi apabila masalah itu datang dengan sendirinya, lari dari masalah adalah tindakan pengecut". Ia mengirim 3 murid terbaiknya ke Thailand untuk bertanding dengan aturan Muay Thai. Dua dari tiga muridnya tersebut menang dan mereka kembali ke Jepang dielu-elukan sebagai pahlawan yang mengangkat harga diri Jepang. Hal ini menambah ketegangan antara aliran Oyama ini dengan aliran-aliran Karate yang lain, sehingga banyak aliran lain yang menjuluki aliran Oyama sebagai "bukan Karate" dan "ilmunya para berandalan".
Mas Oyama tidak ambil pusing atas tanggapan tersebut. Ia secara resmi mendirikan Kyokushin yang berarti kebenaran tertinggi yang beliau yakini sebagaimana Karate seharusnya diajarkan dan dipelajari. Ia mengadakan turnamen-turnamennya sendiri merespon dilarangnya Kyokushin mengikuti pertandingan-pertandingan Karate. Meski di-'anak-tiri'-kan, Kyokushin berkembang pesat di dalam maupun di luar Jepang, terutama karena beberapa generasi pertama Kyokushin banyak menantang berbagai aliran bela diri di Asia maupun di negara-negara Barat.
Kematian Oyama meninggalkan perpecahan di tubuh organisasi Kyokushin. Kelompok-kelompok ini saling mengklaim memiliki otoritas untuk mewakili Honbu (markas/headquarters) yang asli.
Cabang-cabang baru yang memiliki gerakan dan teknik yang sama, namun dengan nama berbeda, lahir. Banyak juga dojo-dojo yang mengajarkan kurikulum Kyokushin meskipun tidak memiliki ikatan formal dengan organisasi. Meskipun sulit untuk dihitung secara pasti, diperkirakan jumlah murid yang mempelajari aliran Kyokushin atau aliran cabangnya telah mencapai jutaan orang.
Istri Oyama meninggal bulan Juni 2006 setelah lama mengidap penyakit. Berdasarkan sistem hukum di Jepang, hak intelektual milik Oyama diturunkan kepada anak perempuannya yang bernama Kikuko (dikenal pula dengan nama Kuristina).
Kata Utara
Kata utara dipengaruhi oleh aliran Shotokan yang dipelajari Mas Oyama dari Gichin Funakoshi
  • Taikyoku sono ichi
  • Taikyoku sono ni
  • Taikyoku sono san
  • Pinan Sono Ichi
  • Pinan Sono Ni
  • Pinan Sono San
  • Pinan Sono yon
  • Pinan Sono Go
  • Kanku Dai
  • Sushiho
Kata khusus/unik
Kata selatan
Kata selatan dipengaruhi oleh aliran Goju Ryu yang dipelajari Oyama dari So Nei Chu dan Gogen Yamaguchi.
  • Sanchin
  • Gekisai Dai
  • Gekisai Sho
  • Tensho
  • Saifa
  • Seienchin
  • Seipai
  • Yantsu
Unik
Kyokushin memiliki beberapa kata yang tidak ditemui pada aliran lainnya, di antaranya Garyu, Yantsu, Tsuki no kata. Garyu diciptakan oleh Mas Oyama. Nama "Garyu" sendiri berasal dari nama kampung di mana Oyama lahir. Tsuki no kata juga salah satu kata unik Kyokushin, namun masih diperdebatkan siapa penciptanya. Teori yang paling umum adalah bahwa kata ini diciptakan oleh Tadashi Nakamura sebelum ia memisahkan diri dari organisasi Kyokushin.
Ura kata
Beberapa kata juga dilakukan dalam bentuk "ura". Ini berarti bahwa pada setiap langkah, salah satu kaki harus diputar (tergantung arah dan posisi terakhir). Ura kata dikembangkan oleh Oyama untuk melatih keseimbangan dan kemampuan pertarungan multi-arah

Uechi-ryu

Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih).
 SEJARAH SINGKAT
Kanbun Uechi mempelajari Pangai-siang (setengah-keras, setengah-soft) di bawah Shu Shiwa (id: 周 子 和) di provinsi Fujian (juga Romanized sebagai Fukien) dari Cina daratan di akhir abad 19 dan awal abad 20. Setelah mempelajari 10 tahun di bawah Shushiwa, Kanbun Uechi membuka sekolah sendiri di Nanjing. Dua tahun kemudian, Kanbun Uechi kembali ke Okinawa, bertekad untuk tidak pernah mengajar lagi karena salah satu mahasiswa Cina itu telah membunuh seorang tetangga dengan teknik tangan terbuka dalam sengketa lahan irigasi. Sementara ia bekerja sebagai petugas kebersihan ia dibujuk oleh seorang rekan kerja, Ryuyu Tomoyose, untuk mengajar lagi setelah yang pertama kali meyakinkan nya bahwa untuk menunjukkan cara Tomoyose membela diri terhadap serangan yang berbeda. Ketika keyakinannya sebagai guru dipulihkan, Uechi, dengan bantuan Ryuyu Tomoyose, pindah ke Wakayama City, Wakayama Prefecture, di mana, pada tahun 1925, ia mendirikan Institut Pangainun-ryu Todi-jutsu (パンガイヌーン 流 唐 手術), dan membuka dojo untuk umum. Akhirnya, pada tahun 1940, berganti nama Okinawa sistem menjadi  "Uechi Ryu Karatejutsu" (上 地 流 空 手术) untuk menghormatinya.

Grandmaster Kanbun Uechi anak Kanbun Uechi itu, Kanei Uechi, mengajarkan gaya di Futenma Kota Dojo, Okinawa, dan dianggap sebagai Okinawa pertama yang  orang asing. Salah satu siswa Kanbun itu, Ryuko Tomoyose, orang Amerika bernama George Mattson yang menulis beberapa buku tentang subjek dan sebagian besar bertanggung jawab untuk mempopulerkan gaya di Amerika. Uechi Ryu menekankan ketangguhan tubuh dengan pukulan cepat dan tendangan. Beberapa senjata yang lebih khas dari praktisi Uechi adalah satu-knuckle pukulan (Shoken), spearhand (Nukite), dan tendangan kaki (sokusen geri). Pada rekening ini penekanan pada kesederhanaan, stabilitas, dan kombinasi gerakan linear dan melingkar, pendukung mengklaim gaya lebih praktis untuk pertahanan diri daripada kebanyakan seni bela diri lainnya.
Berbeda dengan gaya yang lebih linier karate berdasarkan Okinawa Shuri-te atau Tomari-te, koneksi Uechi Ryu dengan Chinese Nanpa Shorin-ken dengan demikian hampir sama dengan Goju-ryu) meskipun mereka perkembangan terpisah [2]. Dengan demikian, Uechi Ryu juga sangat dipengaruhi oleh gerakan melingkar yang termasuk ke dalam kungfu dari propinsi Fujian. Uechi Ryu itu secara prinsip didasarkan pada gerakan dari 3 hewan: Macan, Naga, dan bangau.
 Adapun KATA yang dimainkan di dalam aliran Uechi-ryu adalah:
  1. Sanchin
  2. Kanshiwa
  3. Kanshu
  4. Seichin
  5. Seisan
  6. Seirui
  7. Kanchin
  8. Sanseirui ( Sandairui)

Shorin-ryu 
Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.
Shorin-ryu (小林 流?) Adalah salah satu seni bela diri modern utama Okinawa dan merupakan salah satu gaya tertua dari karate. Ini disebut oleh Choshin Chibana pada tahun 1933, namun sistem itu sendiri jauh lebih tua. "Shorin" adalah bahasa Okinawa pengucapan Shaolin (小林) seperti dalam Kuil Shaolin Cina. "Ryu" berarti "Style". Shorin-ryu menggabungkan unsur-unsur dari pertempuran gaya tradisional Okinawa dari Shuri-te.
Chosin Chibana memilih untuk menyebut gayanya Shorin-ryu untuk menghormati akar Shaolin Cina, dan membedakannya dari gaya orang lain yang sedang dimodifikasi dari ajaran asli Anko Itosu. Sebelum ini, tidak ada nama untuk gaya di Okinawa (meskipun umum di Jepang untuk seni bela diri Jepang).
Secara historis, Shorin-Ryu Karate dan Kobudo dikembangkan di Okinawa sebelum tahun 1900. Tahun sebenarnya tidak jelas karena seniman bela diri Okinawa menjaga perkembangan karate sangat rahasia dari samurai. Satsuma menyerang klan dari Jepang pada 1609 [ Samurai Jepang tidak akan mengizinkan Okinawa untuk mengembangkan seni bela diri dan semua senjata telah disita . Pada 1669, bahkan pembuatan senjata seremonial dilarang, sehingga perkembangan seni bela diri di Okinawa bergerak di bawah tanah
Kata dalan Shorin Ryu
 NAGE WAZA
Pinan ShodanPinan NidanPinan SandanPinan YodanPinan Godan
 NAIHANCHI
Naihanchi ShodanNaihanchi NidanNaihanchi Sandan
PASSAI KA
Passai DaiPassai Sho
 SHOREI
Jutte
Jion .
Giin
SEIYO GRUP 5
Nijushiho (24 langkah)
Unsu (tangan Cloud)
Chinte (bentuk tangan Cina)
Meikyo (untuk memoles cermin)
SEIYO GRUP 6
Chinto (gankaku) kata. "Crane on the Rock". I
Wanshu (Enpi) kata. "Terbang Walet". 
Sochin
Hangetsu Dachi
SEIYO GRUP 7
 Wankan Dai. 
Okan (Wankan Sho)
Gojushiho (54 - bentuk langkah).
SEIYO GRUP 8
Rohai.
Hakutsuru Dai. White Crane
Hatkusuri Sho. White Crane
KOBUDO KATA
Kihon Bo. Sho Tidak ada Kun.Sho Ken No Kun.Suuji No Kun.Choun No  Dai KunChoun No Sho KunBojutsu ShodanBojutsu NidanBojutsu SandanBojutsu-Katana Kata
NUNCHAKU KATA
Nunchaku Shodan.Nunchaku Nidan.Nunchaku Sandan.Nunchaku Yodan. Kata diciptakan oleh Soke Hausel.Nunchaku GodanNicho Nunchuku (Rokudan).
SAI KATA
Sai Shodan.Sai NidanSai SandanSai Yodan. Kata dari sistem Yamani-Ryu dimodifikasi untuk Seiyo Shorin-RyuSai Godan.Kata dari sistem Yamani-Ryu dimodifikasi untuk Seiyo Shorin-RyuSai Rokudan
KATA TONFA
Tonfa ShodanTonfa NidanTonfa Sandan
KAMA/GAMA KATA
Gama ShodanGama NidanGama Sandan
KUWAI KATA
EKU KATA
NITANBO KATA kata. Nitanbo (dua tongkat) kata yang dibuat oleh Soke Hausel untuk Seiyo Shorin-Ryu
HANBO KATA Kata Seiyo Shorin-Ryu menggabungkan beberapa Hanbo (setengah bo)
Seiyo Shorin-Ryu juga melatih anggota dalam berbagai seni samurai termasuk kenjutsu (pedang samurai), manrikigusari (tali atau rantai tertimbang), tanto (pisau), yari (tombak), naginata (tombak), hojo (tali) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar